crop unrecognizable accountant counting savings using notebook and calculator

Begini Cara Hitung Kompensasi Karyawan Kontrak (PKWT)

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net

Hari ini kita akan membahas terkait dengan cara menghitung Kompensasi PKWT sesuai dengan ketentuan.

Sembari menikmati udara segar pagi ini, mari kita telaah bersama artikel hari ini.

Pasca diterbitkannya aturan pelaksnaan UU Cipta Kerja, banyak hal hal baru yang perlu dipelajari oleh teman teman Praktisi HR.

Salah satu ketentuan baru yang paling sering dibahas adalah tentang Kompensasi bagi Karyawan Kontrak (PKWT).

Seperti telah dipahami, bahwa ketentuan Kompensasi ini wajib diberikan kepada karyawan kontrak yang habis masa kontraknya.

Pemberian Kompensasi ini didasarkan pada masa kerja karyawan kontrak.

Bukan pada prestasi atau pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan kontrak.

Beberapa rekan praktisi HR bertanya, lantas bagaimana cara menghitungnya?

Bagaimana pula cara hitungnya jika karyawan kontrak masih aktif kontraknya pada saat UUCK / PP 35 diterbitkan?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, kali ini tim ManajemenSDM.net mencoba membahas terkait cara menghitung Kompensasi PKWT. Cekidot.

#01 : RUMUS PERHITUNGAN KOMPENSASI

Mudahnya, rumus menghitung kompensasi ini mirip banget dengan cara menghitung Tunjangan Hari Raya / THR.

Ketentuannya sebagai berikut :

  1. Untuk masa kerja 12 bulan berturut turut, diberikan 1 x upah sebulan
  2. Untuk masa kerja lebih dari 1 bulan namun kurang dari 12 bulan, dihitung proporsional, yakni : (masa kerja/12) x 1 bulan upah
  3. Untuk masa kerja lebih dari 12 bulan, dihitung juga dengan proporsional yakni : (masa kerja/12) x 1 bulan upah

Dari ketentuan di atas, ada 3 komponen yang perlu disiapkan, yaitu

  1. Masa Kerja yang sudah dijalani
  2. Besaran Upah karyawan
  3. Komponen fix, 12 bulan

Jadi rumusnya adalah :

(Jumlah Masa Kerja dalam bulan / 12 bulan) x 1 bulan Upah

Mudah bukan?

— Baca juga : Download file kerja lengkap HRGA K3 disini

#02 : KATEGORI KARYAWAN KONTRAK YANG BERHAK ATAS KOMPENSASI

Salah satu yang ramai dibahas terkait pemberian Kompensasi untuk karyawan kontrak adalah, apakah ketentuan ini berlaku surut?

Untuk menjawabnya, coba kita lihat ketentuan penutup di PP 35/2021

Bunyi Pasal 64 Ketentuan Penutup PP 35/2021 seperti ini :

“Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku :

a. uang kompensasi untuk PKWT yang jangka waktunya belum berakhir diberikan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini; dan

b. besaran uang kompensasi sebagaimana dimaksud pada huruf a dihitung berdasarkan masa kerja Pekerja/Buruh yang perhitungannya dimulai sejak
tanggal diundangkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2O2O tentang Cipta Kerja.”

Paham?

Atau masih bingung?

Oke, jika masih masih bingung membaca pasal di atas, kita coba permudah bahasanya.

Jadi mudahnya seperti ini :

  1. Jika per tanggal 02 Februari 2021 (tanggal PP 35 mulai berlaku) status karyawan kontrak masih aktif, maka dia berhak atas uang Kompensasi.
  2. Perhitungan masa kerja Karyawan Kontrak ini paling lama dihitung sejak 02 November 2020 (tanggal UUCK mulai berlaku).

Uang Kompensasi ini dibayarkan setiap habis masa kontrak karyawan.

Jika diperpanjang, maka periode kontrak yang pertama, dibayarkan dulu uang kompensasinya

Bagaimana cara hitung realnya?

Simak poin nomor 3 dibawah ini untuk contoh perhitungan realnya.

#03 : SIMULASI PERHITUNGAN KOMPENSASI

Sesuai dengan pembahasan di nomor 1 dan 2 di atas, ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh teman teman praktisi HR.

Pertama, tentang rumusnya, yaitu (masa kerja / 12 ) x 1 bulan upah

Kedua, memastikan karyawan berhak atau tidak atas kompensasi

Ketiga, memastikan masa kerja sesuai dengan ketentuan

Untuk memperjelas, mari kita coba simulasikan perhitungannya.

Contoh kasus 01 :

Karyawan Kontrak atas nama Niken dikontrak mulai tanggal 01 Januari 2021 dan berakhir di 31 Maret 2021.

Maka perhitungannya sebagai berikut :

Langkah 01, cek apakah Niken berhak atas kompensasi?

Jawabannya, berhak, karna per tanggal 02 Feb 2021 kontraknya masih berlaku.

Langkah 02, hitung masa kerja atas kompensasinya.

Karna setelah tanggal 02 Nov 2020, maka dihitung real sesuai kontraknya yakni per 01 Januari 2021 hingga 31 Maret 2021, jadi masa kerjanya 3 bulan

Langkah 03, hitung kompensasi yang didapat

Kita hitung sesuai rumus, maka haknya adalah 3/12 x 1 bulan upah

Hasilnya Niken berhak uang Kompensasi sebesar 0,25 upah sebulan pada akhir kontraknya.

— Baca juga : Download KPI Karyawan Lengkap disini

Contoh kasus 02 :

Karyawan Kontrak atas nama Nesya dikontrak mulai tanggal 02 Juni 2020 dan berakhir di 01 Juni 2021.

Maka perhitungannya sebagai berikut :

Langkah 01, cek dulu apakah Nesya berhak atas kompensasi?

Jawabannya, berhak, karna per tanggal 02 Feb 2021 kontraknya masih berlaku.

Langkah 02, hitung masa kerja atas kompensasinya.

Karna kontraknya sejak sebelum tanggal 02 Nov 2020, maka dihitung maksimal di tanggal 02 November 2020.

Masa kerja dihitung hingga 01 Juni 2021

Jadi masa kerjanya adalah 7 bulan.

Langkah 03, hitung kompensasi yang didapat

Sesuai rumus, maka perhitungan haknya adalah 7/12 x 1 bulan upah

Hasilnya sebesar 0,58 upah sebulan.

Jadi Nesya diakhir kontraknya berhak atas Uang Kompensasi sebesar 0,58 upah sebulan

Contoh kasus 03 :

Karyawan Kontrak atas nama Diane dikontrak dua kali, yakni :

  1. Kontrak pertama, 02 Februari 2020 – 01 Februari 2021
  2. Kontrak Kedua, 02 Februari 2021 – 01 Februari 2022

Maka perhitungannya sebagai berikut :

Langkah 01, cek dulu apakah Diane berhak atas uang kompensasi?

Untuk Kontrak Pertama, tidak berhak.

Karena kontraknya sudah berakhir sebelum PP 35 berlaku di tanggal 02 Feb 2021.

Untuk Kontrak Kedua, berhak atas uang kompensasi, karna per tanggal 02 Feb 2021 kontraknya masih berlaku.

Langkah 02, hitung masa kerja atas kompensasinya.

Kita hitung yang kontrak kedua saja, karna kontrak pertama tidak berhak atas uang kompensasi.

Masa kerjanya dihitung sejak 02 Februari 2021 hingga 01 Februari 2022.

Jadi masa kerjanya adalah 12 bulan atau satu tahun.

Langkah 03, hitung kompensasi yang didapat

Sesuai rumus, maka perhitungan haknya adalah 12/12 x 1 bulan upah

Hasilnya sebesar 1 x upah sebulan.

Jadi Diane diakhir kontraknya berhak atas Uang Kompensasi sebesar 1 x upah sebulan

Ingin dapatkan Ebook HR GRATIS dan Update Artikel Terbaru ManajemenSDM.Net?

Isi Formnya DISINI

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

disclaimer : semua yang tertulis disini adalah opini pribadi penulis


Untuk Pertanyaan dan diskusi silakan tulis di komentar atau silakan menghubungi :

Email : adminmsdm@manajemensdm.net

Official WA  : 08986904732 (Whatsapp Only)

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

logo, company name

#ManajemenSDM.net

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

4 thoughts on “Begini Cara Hitung Kompensasi Karyawan Kontrak (PKWT)

  1. Klo masa kontrak sy habis pada tgl 30 Juni untuk perhitungan blnnya apakah sy dpt 7 bln atau 8 bln ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *