filing tax return

Cara Mudah Paham Perhitungan Pajak PPh21

Salam sehat

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net

Artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara memahami perhitungan PPh Pasal 21.

Sembari terima gaji dan seruput kopi hitam pagi ini, mari kita telaah artikel hari ini.

PPh Pasal 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri.

Definisi itu tercantum di Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2016

 Untuk memahami bagaimana cara perhitungan pajak penghasilan ada 7 hal penting yang harus dipahami, yaitu :

#1 : Penghasilan Bruto

Terdiri dari Gaji, tunjangan, uang lembur, jaminan dari BPJS, dan asuransi atau tunjangan lainnya yang dibayarkan oleh pemberi kerja

#2 : Penghasilan Netto

Adalah jumlah yang didapatkan dari penghasilan Bruto dikurangi dengan unsur pengurang penghasilan brutio. Adapun unsur pengurang tersebut antara lain:

  1. biaya jabatan: besarnya 5 persen dari penghasilan bruto, yang nilai maksimalnya adalah Rp 500.000 per bulan atau Rp 6.000.000 setahun.
  2. Iuran Tunjangan Hari Tua/Jaminan Hari Tua yang ditanggung oleh pekerja, sebesar 2% dari gaji pokok
  3. Iuran Pensiun yang ditanggung oleh pekerja, sebesar 1% dari gaji pokok

#3 : BPJS

BPJS yang wajib diikuti oleh Perusahaan adalah BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Adapun BPJS Ketenagakerjaan jenis dan jumlah iurannya sebagai berikut :

Jaminan Kecelakaan Kerja

Dibayar oleh Perusahaan dengan tarif ditentukan berdasarkan tingkat risiko dari Perusahaan

0,24% risiko pekerjaan sangat rendah

0,54% risiko pekerjaan rendah

0,89% risiko pekerjaan sedang

1,27% risiko pekerjaan tinggi

1,74% risiko pekerjaan sangat tinggi

Jaminan Kematian

Dibayar oleh Pengusaha dengan tarif 0,3%

Jaminan Hari Tua

Tarifnya 5,7%

3,7% dari gaji pokok, dibayar oleh Pengusaha

2% dari gaji pokok, dibayar oleh Pekerja

Jaminan Pensiun

Tarifnya 3% dari gaji pokok, dengan batasan upah RP 8.939.700 (Tahun 2020)

2% dibayar oleh Pengusaha

1% dibayar oleh Pekerja

BPJS Kesehatan jumlah iurannya adalah 5%, dengan rincian:

4% dari gaji pokok, dibayar oleh Pengusaha

1% dari gaji pokok, dibayar oleh Pekerja

Batas maksimal upah adalah Rp 12.000.000

#4 : Penghasilan Tidak Kena Pajak

Besaran penghasilan tidak kena pajak untuk wajib pajak orang pribadi yakni sebagai berikut:

  1. Rp 54.000.000 untuk wajib pajak orang pribadi yang belum menikah
  2. Rp 4.500.000 juta tambahan untuk wajib pajak yang sudah menikah
  3. Rp 4.500.000tambahan untuk wajib pajak yang sudah menikah
  4. Rp 54 juta tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami
  5. Rp4,5 juta tambahan untuk setiap anggota keluarga sedaran dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, maksimal tiga orang untuk setiap keluarga.

Besaran penghasilan tidak kena pajak ditentukan dari kondisi pada awal tahun pajak atau awal bagian tahun pajak.

Bagi wajib pajak dengan penghasilan kurang dari seperti yang dicantumkan di atas, maka tidak akan dikenakan pajak penghasilan.

#5 : Penghasilan Kena Pajak

Berdasarkan peraturan Penghasilan Kena Pajak merupakan penghasilan wajib pajak yang menjadi acuan untuk menghitung pajak penghasilan dalam satu tahun.

Penghasilan Kena Pajak berupa penghasilan seperti gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, uang makan, uang transport, premi hadir, lembur, dll.

Pegawai tetap dan penerima pensiun rutin dikenakan rumus Penghasilan Kena Pajak yaitu;

PKP = Penghasilan Netto – Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

#6 : Tarif PPh21

PPh21 = Tarif Pajak x Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Tarif PPh 21 diatur dalam UU PPh Pasal 17 ayat (1), kecuali yang ditetapkan lainnya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP).

Tarif PPh 21 Pasal 17 ayat (1) adalah tarif pajak penghasilan progresif dengan rincian sebagai berikut:

  • 5% untuk penghasilan sampai dengan Rp50.000.000
  • 15% untuk penghasilan di atas Rp50.000.000 – Rp250.000.000
  • 25% untuk penghasilan di atas Rp250.000.000 – Rp500.000.000
  • 30% untuk penghasilan di atas Rp500.000.000

Jika tidak punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) akan dikenakan 20% lebih tinggi dibanding yang memiliki NPWP.

Perhitungan PPh 21 bagi yang tidak memiliki NPWP ini dilakukan dengan mengalikan 120% dengan total pajak yang terutang.

Begini perhitungan tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 bagi yang tidak memiliki NPWP:

PPh 21 yang harus dibayar : 120% x PPh 21 Terutang

Besarnya tarif pajak penghasilan berbanding lurus dengan penghasilan yang diterima wajib pajak setiap tahunnya.

Peraturan pajak di Indonesia menganut sistem progresif yang artinya jika penghasilan kita semakin tinggi, maka akan semakin tinggi pula pajak yang harus dibayarkan

#7 : Take Home Pay / Gaji Bersih

Adalah nominal akhir yang dibayarkan secara tunai atau melalui transfer Bank kepada Pekerja.

Rumusnya adalah THP = Penghasilan Bruto – Potongan PPh21 – JHT – JP – Potongan lain2

Untuk lebih mudahnya bisa lihat contoh perhitungan pph21 sebagai berikut:

Mas Romeo sejak Januari 2021 bekerja pada perusahaan PTX-Ray Yankee Zulu dengan mendapat gaji sebulan Rp 5.750.000,- dan membayar iuran pensiun sebesar Rp 200.000,-. Romeo berstatus menikah tetapi belum memiliki anak. Perhitungan PPh 21 Romeo untuk bulan Januari 2021 adalah:

Gaji                                                                                                                                          Rp 5.750.000

Pengurangan:

Biaya Jabatan (5% x Rp 5.750.000)                   Rp 287.500

Iuran Pensiun                                                        Rp 200.000

Jumlah Pengurangan                                                    Rp 487.500

___________

Penghasilan netto sebulan                                   Rp  5.262.500

Penghasilan netto setahun (x 12)                        Rp 63.150.000

PTKP (setahun)

Wajib Pajak                                                              Rp 54.000.000

Menikah                                                                     Rp  4.500.000

Rp 58.500.000

PKP (setahun)

Penghasilan netto                                                                   Rp 63.150.000

PTKP                                                                                          Rp 58.500.000

Rp 4.650.000

PPh21 terutang (5% x Rp 4.650.000)                                    Rp 232.500

PPh21 sebulan (Rp 232.500 : 12)                                               Rp 19.375

THP                 = 5.750.000 – 200.000 – 19.375

= Rp 5.530.625

Terakhir, tidak lupa yaitu sebagai warga negara yang baik dan wajib pajak harus tetap melaporkan Surat Pemberitahuan atau SPT Tahunan melalui kantor pajak terdekat ataupun secara online

Orang bijak taat pajak

Salam sehat

Artikel ini ditulis oleh Edwin Ginanjar, akrab dipangggil Kang Edwin, beliau merupakan tukangHR, praktisi HR yang sudah berkecimpung lebih dari 15 tahun dibidangnya. Kang Edwin juga sebagai co-Founder dari ManajemenSDM.net.

Kang Edwin berpengalaman di berbagai perusahaan industri manufaktur, retail, shipping, finance, outsourcing dan trading, yang berskala nasional dan multinasional.

Saat ini beliau aktif sebagai praktisi HR, Speaker, Trainer, Coach, Mentor dan Consultant baik offline maupun online .

Untuk kontak langsung dapat melalui email : edwin.ginanjar@gmail.com

atau silahkan berkoneksi di LinkedIn dengan klik www.linkedin.com/in/edwin-ginanjar-hrpro

Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Oiya, jika kamu Ingin dapatkan Ebook HR GRATIS dan Update Artikel Terbaru ManajemenSDM.Net, silakan  Isi Formnya DISINI ya

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

disclaimer : semua yang tertulis disini adalah opini pribadi penulis, yang diolah dari berbagai sumber.


Untuk Pertanyaan dan diskusi silakan tulis di komentar atau silakan menghubungi :

Email : adminmsdm@manajemensdm.net

Official WA  : 08986904732 (Whatsapp Only)

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

logo, company name

#ManajemenSDM.net

#ManajemenSDM.net

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *