healthy man person people

Semangat pagi para pembaca setia ManajemenSDM.net

Kali ini kita akan belajar bersama tentang filosofi dasar yang harus HR jalani dalam menghadapi pandemi Covid19 ini.

Sembari menikmati pancaran sinar matahari pagi, mari kita telaah bersama artikel kali ini.

Haiii sobat MSDM,

Jumpa lagi bersama saya, Kang Edwin, co-founder MSDM yang still in the house, yaa masih dirumah saja, kalau ga penting-penting sangat sih ya ga usah keluar rumah oke.

Kali ini kita akan sharing sedikit jurus ampuh untuk hadapi pandemi.

Tak terasa pandemi covid-19 sudah berlangsung lebih dari 1 tahun dan belum ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu singkat.

Upaya pemerintah dengan melakukan pembatasan sosial melalui PPKM emergensi pun masih belum bisa sepenuhnya dikatakan efektif atasi pandemi ini.

Berbagai upaya baik yang sifatnya korektif maupun antisipatif sudah dilakukan.

Khususnya rekan-rekan HR yang cukup sibuk untuk melakukan pengaturan dan implementasi protokol kesehatan, seperti pengaturan tempat kerja (WFO-WFH), pemulihan karyawan penyintas covid-19, vaksinasi, dll.

Berbagai dinamika perusahaan hadapi pandemi covid-19 ini.

Ada yang berhasil melaluinya serta bisnisnya terus berkembang.

Ada yang tetap bertahan dengan berbagai upaya keras.

Namun ada pula yang tak kuasa menghadapi dan akhirnya bisnis harus berakhir yang artinya terjadi PHK massal.

Belajar dari pengalaman dan kenyataan di lapangan, Kang Edwin coba rangkum beberapa jurus ampuh yang saat ini cukup patut untuk jadi referensi rekan-rekan HR dalam menghadapi pandemi covid-19 ini.

Kita sebut saja jurus 3S. cekidot.

#JURUS 01 :  SAFETY

Yaa, slogan safety first itu berulang kali kita dengar dan lihat dimana-mana, walau pelaksanaannya sih belum sekonsisten ayam yang berkokok di pagi hari…eheemm.

Issue utama dalam menghadapi pandemi ini adalah bagaimana perusahaan bisa menempatkan health & safety menjadi top priority.

So, rekan-rekan HR idealnya sebagai inisiator di perusahaan yang benar-benar merancang program turunan dan prosedur untuk memastikan kesehatan dan keselamatan kerja seluruh karyawannya terjamin.

Pengaturan WFO-WFH, penyesuaian jam istirahat & makan, pengaturan area kerja, penjadwalan vaksinasi, penyediaan cuci tangan, desinfektan dll detil yang menjadi unsur penting didalam jurus yang pertama ini.

Bahkan bukan hanya perhatian terhadap yang sifatnya fisik, namun banyak perusahaan yang sudah aware untuk juga memperhatikan kondisi mental karyawannya agar tetap fresh.

Contohnya bisa dengan :

  • memberikan hadiah dan perhatian khusus untuk karyawan yang terinfeksi covid-19,
  • rutin mengadakan pertemuan online yang berkualitas, bisa dengan diisi aktivitas spiritual, olah raga bersama, bahkan share tentang hobby yang dilakukan semasa WFH.

Optimalnya pelaksanaan jurus Safety secara tidak langsung akan berdampak pada psikologis karyawan yang tetap terus terjaga motivasinya untuk bisa produktif dimanapun mereka bekerja, juga mereka merasa nyaman bekerja karena didukung.

Hmmm… ada benarnya kata-kata bijak yang bilang :

people dont care how much you know but how much you care.

betul apa betul?

#JURUS 02 :  SURVIVE

I Will Survive…

Ini bukan soal lirik lagu yang pertama kali dibawakan Gloria Gaynor tahun 1978 (cek wikipedia dulu kakaa) tapi kenyataan hidup bahwa akan menjadi sia-sia saja jurus yang pertama dilakukan dengan baik kalau memang bisnis tidak bisa bertahan alias no cuan.

Tidak-tidak, bukan berarti bahwa jadi HR saat pandemi ini harus ikut jualan produk atau jasa loh yaa.

HR sebagai business partner sih ketjeh nya ikut memikirkan bagaimana bisnis bisa tetap bertahan, alias perusahaan tetap mendapatkan nominal omset yang memadai dengan biaya operasional yang tidak melebihi batas.

Nah cocoknya HR memang tidak diatur job nya untuk mencetak revenue atau cuan, namun sangat bisa berperan dalam mengendalikan biaya.

If not possible to remove then try reduce, begitu kata ahlinya ahli.

Jika pengeluaran tidak bisa dihilangkan, maka cari cara untuk bisa menguranginya.

Bisa jadi ada sesuatu yang belum pernah terfikirkan sebelumnya tapi menjadi muncul saat ini untuk bisa menurunkan biaya.

Lebih kerennya lagi kalau HR sudah faham istilah-istilah dunia lain, eh keuangan seperti assets, liabilities, revenue, EBITDA, EAT.

Dengan pengetahuan itu bisa membuat kita-kita para HR bisa lebih dapet feelnya untuk memahami kondisi perusahaan dan selanjutnya memikirkan serta mempersiapkan eksekusi program efisiensi yang handal dan berdampak.

Sekali lagi kata ahlinya ahli, kunci survival dalam bisnis simple nya hanya dua yaitu tingkatkan omset dan turunkan biaya. Nah ituuu.

— Baca juga : Download File Kerja HRGA Untuk Upgrade Kinerja Kamu Disini

#JURUS 03 :  SUSTAINABLE

Siapa sih yang bisnis atawa usahanya hanyalah untuk sementara, menyapa dan hilang, terbit tenggelam bagai pelangi, yang indahnya hanya sesaat…

Wait wait, koq jadi macam lirik lagu yah 🙂

Sudah menjadi keinginan umum siapapun business owner termasuk stakeholdernya bahwa perusahaan yang dijalankan saat ini bisa tetap bertahan.

Bukan hanya untuk saat ini dimasa pandemi tapi terus sampai generasi-generasi berikutnya bermunculan.

Bisnis yang berkelanjutan merupakan sebuah tantangan besar selain dari karena dampak pandemi juga disebabkan perkembangan teknologi yang pesat.

Istilah disrupsi sudah akrab didengar kita semua saat ini yang dipertegas dengan semakin banyaknya bidang pekerjaan dan bisnis yang meredup dan cenderung akan punah dalam waktu dekat.

Rekan-rekan HR perlu menyambut perkembangan zaman ini dengan sikap agile dan terus menerus belajar memahami hal baru.

Agar bisa menerapkan dan mempersiapkan SDM di perusahaan untuk bisa terus beradaptasi.

Pandemi juga banyak mengajarkan kepada kita bahwa sungguh rapuhnya industri seperti lifestyle, entertaintment, hospitality dan berbagai hal non esensial yang bersifat tersier.

Rekan-rekan HR perlu mendukung manajemen perusahaan yang bisa jadi melakukan business shifting besar-besaran ke bidang industri yang jauh lebih sustain, seperti di sektor kritikal dan esensial (eh jadi seperti bikin edaran PPKM nih).

HR juga bisa berperan untuk create project based employee dan mobile worker dengan lebih banyak membutuhkan karyawan yang berstatus freelance atau harian lepas.

Sehingga Perusahaan dalam jangka panjang tidak terbebani dengan tingginya biaya pesangon di akhir masa kerja karyawan PKWTT atau pun ketika perusahaan harus melakukan efisiensi pengurangan karyawan.

Tentunya model bisnis dan karyawan seperti itu akan mempengaruhi konsep dan kebijakan perusahaan tentang talent acquisition, talent management, compensation & reward juga industrial relation.

Model project based dan mobile work juga bisa mendukung low operation cost apabila bisa dibuat pengaturan ciamik.

Sehingga perusahaan tidak perlu menyediakan infrastruktur fisik seperti membangun atau menyewa kantor yang luas lengkap dengan segala macam isinya.

Tentunya dukungan teknologi sangat penting untuk menerapkan bisnis seperti ini.

Nah, itulah 3 jurus sederhana nan ciamik yang bisa membantu rekan-rekan HR untuk hadapi pandemi covid-19. Gunakan saja jurus 3S

SAFETY

Keselamatan dan kesehatan karyawan adalah nomor satu.

SURVIVE

Bisnis harus tetap menghasilkan, perusahaan dapat cuan, karyawan gajian.

SUSTAINABLE

Dukung manajemen untuk jalankan bisnis yang berkelanjutan

That’s a wrap

Stay safe and productive sobat

Tulisan ini ditulis oleh Kang Edwin, co founder ManajemenSDM.net dan praktisi, konsultan serta trainer HR yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di HR.

Kang Edwin dapat dihubungi melalui email : edwin.ginanjar@gmail.com

Ingin dapatkan Ebook HR GRATIS dan Update Artikel Terbaru ManajemenSDM.Net?

Isi Formnya DISINI

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

disclaimer : semua yang tertulis disini adalah opini pribadi penulis


Untuk Pertanyaan dan diskusi silakan tulis di komentar atau silakan menghubungi :

Email : adminmsdm@manajemensdm.net

Official WA  : 08986904732 (Whatsapp Only)

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

logo, company name

#ManajemenSDM.net

ManajemenSDM.net – Portal Terbaik Belajar Ilmu Manajemen SDM (HR) di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.