Apakah LKS Bipartit sama dengan Proses Bipartit?

Office/Conference Room Workspace Free Stock Photo
Pic Source : https://picjumbo.com/officeconference-room-workspace/

Pertanyaan :

Selamat siang Pak Himawan dan Tim,

Saya ingin bertanya beberapa poin tentang LKS Bipartit, yaitu :

1. Apa fungsi dari Notulen atas LKS Bipartit?

2. Apakah notulen tersebut dapat dipersamakan dengan perjanjian/kesepakatan antara pengusaha dan pekerja?

3. Apakah bisa salah satu pihak langsung mengajukan ke tingkat tripartit sebagai upaya penyelesaian perselisihan HI dengan dasar gagalnya suatu perundingan? karena kalo kita melihat, aturan pelaksana untuk LKS Bipartit pun dibedakan, namun masih banyak yang beranggapan kedua hal tersebut sama.

Terimakasih atas penjelasan dan paparan yang diberikan.

Salam,
Ondin.

Jawaban :

Terimakasih Pak Ondin atas pertanyaan yang luar biasa bagus.

Kami dari tim ManajamenSDM.net akan coba bantu menjawab.

Pembahasan awal mengenai LKS Bipartit beserta tata cara pembentukannya pernah kami bahas disini.

Hal yang patut diperhatikan adalah, LKS Bipartit ini berbeda dengan Proses Bipartit dalam PPHI.

LKS Bipartit merupakan forum komunikasi antara Pengusahan dengan Pekerja, yang bertujuan untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.

LKS Bipartit sendiri lebih kepada langkah preventif untuk menghindari adanya perselisihan.

Sedangkan Proses Bipartit merupakan tahapan awal dari Proses Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

Proses Bipartit ini mempertemukan Pengusaha dengan Karyawan yang berselisih.

Tujuan dari Proses Bipartit ini adalah untuk mencapai penyelesaian perselisihan hubungan industrial (damai).

Sehingga dapat kita lihat bahwa Proses Bipartit ini adalah tindakan Akuratif (penyelesaian), sedangkan LKS Bipartit adalah proses Preventif (Pencegahan).

Sekarang mari kita bahas satu persatu pertanyaan dari Pak Ondin yang sangat menarik, cekidot :

Pertanyaan 1 : Apa fungsi dari Notulen atas LKS Bipartit?

Pada dasarnya, notulen LKS Bipartit hanya berupa notulen meeting biasa.

Notulen yang bagus, paling tidak membuat 3 hal, yakni daftar hadir, agenda dan hasil pertemuan.

Notulen (termasuk daftar hadir) ini penting untuk dibuat.

Fungsinya untuk mengatur agenda pembahasan LKS Bipartit dan pemantauan hasilnya.

Selain itu, notulen LKS Bipartit ini juga sebagai bahan laporan, baik ke Top Manajemen maupun ke Disnaker.

Karena ada kewajiban melaporkan kegiatan LKS Bipartit setiap 6 bulan sekali.

Biasanya isi laporannya berupa Daftar Hadir dan Topik Pembahasan (Notulen).

Oleh karenanya, biasakan selalu membuat notulensi pertemuan LKS Biparit.

Pertanyaan 2 : Apakah notulen tersebut dapat dipersamakan dengan perjanjian/kesepakatan antara pengusaha dan pekerja?

Merujuk pada ketentuan Pasal 4 Permenaker 32 Tahun 2008 Tentang LKS Bipartit, disebutkan bahwa tugas dari LKS Bipartit komunikasi dalam penyampaian kebijakan Perusahaan atau aspirasi Karyawan.

LKS Bipartit sendiri tidak diarahkan untuk membuat kesepakatan / perjanjian.

Lalu apakah boleh LKS Bipartit membuat notulen dan dijadikan kesepakatan?

Saran saya, kalopun dalam LKS Bipartit itu ada kesepakatan-kesepakatan tertentu, baiknya dituangkan dalam bentuk perjanjian tersendiri.

Bukan hanya berdasarkan Notulen LKS Bipartit.

Tujuannya agar lebih memiliki kekuatan yang mengikat.

Karena menurut saya, notulen itu berbeda dengan kesepakatan / perjanjian.

Pemahaman ini perlu disampaikan secara jelas kepada seluruh anggota LKS Bipartit, agar tidak menjadi beda pendapat dikemudian hari.

Notulen mungkin bisa saja dijadikan sebagai awal perjanjian / kesepakatan, dan kedepannya dibuatkan perjanjian tersendiri.

Dengan catatan apabila memang ada pembicaraan di LKS Bipartit mengenai suatu hal yang perlu disepakati kemudian hari.

Pertanyaan 3 : Apakah bisa salah satu pihak langsung mengajukan ke tingkat tripartit sebagai upaya penyelesaian perselisihan HI dengan dasar gagalnya suatu perundingan?

Ini yang sering salah tafsir dalam praktik HRD.

Seperti yang saya sebutkan di atas, LKS Bipartit berbeda dengan Proses Bipartit.

Tidak hanya berbeda dari sisi fungsi dan pelaksanaannya, namun juga berbeda dari sisi regulasi / aturannya.

LKS Bipartit diatur di Permenaker 32 Tahun 2008, Sedangkan Proses Bipartit diatur di UU No 02 Tahun 2004.

Gagalnya perundingan yang kemudian dijadikan dasar mengajukan langkah lanjutan ke tingkat Tripartit adalah Proses Bipartit, bukan LKS Bipartit.

Apakah mungkin Proses Bipartit dan LKS Bipartit dilakukan bersamaan?

Ya mungkin saja, namun proses LKS Bipartit menurut saya kurang pas jika digabung dengan Proses Biparit.

Mengapa?

Karena peserta LKS Bipartit terbatas hanya anggota tim saja yang hadir (sesuai yang didaftarkan ke Disnaker).

Diluar itu harus disepakati oleh para pihak.

Sedangkan Proses Bipartit hanya dihadiri oleh Karyawan yang berselisih dengan Pengusaha.

Karyawan boleh hadir sendiri atau didampingi / diwakili SP apabila ada kuasanya.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat.

Anda juga dapat berpartisipasi dalam Klinik Tanya Jawab.

Silakan kirim pertanyaan anda ke admin@manajemensdm.net dengan judul : Tanya Jawab MSDM

Referensi :

1. Permenaker No 32 Tahun 2008 Tentang LKS Bipartit (dapat anda download disini)

2. Undang-Undang No 02 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (dapat anda download disini)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

suryajp
monggojp
senang303
sukses303
horus303
sboku99
spesial4d
joinplay303
Momentum Akselerasi Grafis PG Soft Studi Kasus pada Render Visual 3D Ringan
Dekripsi Pola Fraktal pada Layar Mahjong Ways 2 Seni Matematika Digital
Di Balik Layar Data Streaming Bagaimana Metrik RTP Live Dihitung Secara Real-Time
Anatomi Struktur Scatter Hitam Menelusuri Logika Pemrograman di Balik Ikon Langka
Metode Heuristik dalam Memahami Alur Navigasi Antarmuka Game PG Soft
Fenomena Lonjakan Transaksi Data Saat Pemicu Scatter Zeus Aktif Tinjauan Teknis
Panduan Kalibrasi Perangkat untuk Menikmati Efek Visual Maksimal Mahjong Wins 3
Eksplorasi Arsip Digital Jejak Inovasi PG Soft dalam Membangun Ekosistem Interaktif
Langkah Sinkronisasi Audio dan Visual pada Animasi Scatter Starlight yang Menghipnotis
Meredefinisikan Konsep Fair Play Melalui Transparansi Algoritma Game Online Modern
Belajar dari Probabilitas Mengapa Kemunculan Scatter Emas Sering Menjadi Anomali Statistik?
Filosofi Tiongkok Kuno dalam Desain Modern Simbol Scatter Mahjong Sebuah Tinjauan Budaya
Strategi Kognitif Menghadapi Dinamika Tempo Cepat pada Koleksi Unggulan PG Soft
Formasi Grid Dinamis Mengapa Layout Mahjong Ways 2 Begitu Memuaskan Secara Visual?
Gebrakan Industri Hiburan Bagaimana PG Soft Mengoptimalkan Bandwidth untuk Pengalaman Tanpa Lag
Kumpulan Teori Probabilitas yang Menjelaskan Kelangkaan Fenomenal Scatter Hitam
Cara Kerja Latensi Server Mempengaruhi Akurasi Tampilan Data RTP Live
Dedikasi Tim Desain Suara dalam Menciptakan Efek Petir Ikonik pada Scatter Zeus
Studi Komparasi Mekanisme Tumbling antara Scatter Starlight dan Genre Serupa
Mendefinisikan Ulang Batas Resolusi Grafis Mobile Melalui Engine Mahjong Wins 3
Momentum Digital Mengupas Lonjakan Algoritma di Balik Fenomena Gates of Olympus
Bedah Struktur Visual Estetika Tersembunyi pada Simbol Mahjong Ways 2
Bagaimana PG SOFT Meredefinisikan Standar Grafis Mobile Gaming Tahun Ini
Melampaui Mitos Studi Komprehensif Tentang Mekanisme RNG yang Sebenarnya
Formasi Naga Tersembunyi Analisis Teknis pada Pergerakan Mahjong Wins 3
Dekoding Pola Bintang Memahami Probabilitas Scatter Starlight Secara Ilmiah
Fenomena Lonjakan Data Interpretasi Baru Terhadap Fluktuasi RTP LIVE Harian
Master Dinamika Mengapa Scatter Hitam Menjadi Ikon Langka dalam Desain Game
Dedikasi pada Detail Eksplorasi Arsitektur Perangkat Lunak PG SOFT
Metode Komputasi Awan Menelusuri Jejak Pemicu Scatter Zeus
Info Eksklusif Psikologi Warna di Balik Desain Scatter Emas Mahjong
Langkah Evolusioner Transformasi Simbol Scatter Mahjong dalam Era Digital
Studi Kasus Mitologi Digital Interpretasi Modern Gates of Olympus
Panduan Membaca Data Transparansi Sistem RNG di Mata Pengembang
Bukan Sekadar Hiburan Trik Algoritmik di Balik Pesona Starlight Princess
Kumpulan Anomali Statistik Riset Mendalam pada Putaran Mahjong Ways 2
Belajar dari Sang Pionir Inovasi Antarmuka yang Diusung PG SOFT
Guncangan Industri Kreatif Dampak Peluncuran Mahjong Wins 3 Terhadap Tren Pasar
Cara Sistem Bekerja Membedah Logika Matematika Kemunculan Scatter Starlight
Mendefinisikan Ulang Kelangkaan Perspektif Developer Terhadap Fitur Scatter Hitam
Momentum Inersia Membedah Fisika Digital di Balik Animasi Gates of Olympus
Studi Etnografi Virtual Mengapa Scatter Hitam Menjadi Entitas Paling Dicari
Redefinisikan Ekspektasi Visual Evolusi Grafis dari Mahjong Ways 2 ke Mahjong Wins 3
Struktur Algoritmik Bagaimana PG SOFT Menyusun Narasi Melalui Kode
Lonjakan Anomali Data Membaca Tren Fluktuasi pada Monitor RTP LIVE
Mendefinisikan Estetika Langit Psikologi Warna pada Desain Starlight Princess
Belajar dari Kesimetrisan Analisis Geometri pada Pemicu Scatter Zeus
Master Dinamika Grid Memahami Logika Pergerakan Scatter Mahjong
Langkah Preventif Sistem Bagaimana RNG Menjaga Integritas Perangkat Lunak
Panduan Arsitektur Menelusuri Kompleksitas Desain Mahjong Wins 3
Cara Sistem Berpikir Dekoding Probabilitas Munculnya Scatter Starlight
Industri Hiburan Digital Pengaruh PG SOFT dalam Standarisasi UI/UX Modern
Rahasia di Balik Layar Teknologi Rendering Simbol Scatter Emas
Pola Fraktal Tersembunyi Keindahan Matematika dalam Gates of Olympus
Trik Psikologi Visual Bagaimana Mahjong Ways 2 Mempertahankan Atensi Pengguna
Tips Navigasi Data Memisahkan Mitos dan Fakta Statistik RTP LIVE
Kumpulan Aset Langka Nilai Artistik dari Desain Scatter Hitam
Metode Pengacakan Murni Eksplorasi Teknis Jantung Sistem RNG
Formasi Konstelasi Hubungan Antar Simbol pada Starlight Princess
Dedikasi pada Detail Mengupas Tuntas Audio Spasial Scatter Zeus