5 Prinsip Penting untuk Membangun Karier yang Cemerlang
Semua orang tentu ingin memiliki karier yang baik.
Pekerjaan yang berkembang. Penghasilan yang meningkat. Kompetensi yang semakin kuat. Kesempatan yang semakin besar.
Tapi ada satu hal yang sering terlupakan:
Hasil yang berbeda biasanya membutuhkan cara berpikir dan cara bekerja yang berbeda pula.
Kita tidak bisa mengendalikan semua hal yang terjadi dalam perjalanan karier. Kondisi ekonomi bisa berubah. Perusahaan bisa berubah. Teknologi berkembang. Persaingan semakin ketat.
Namun, selalu ada bagian yang masih berada dalam kendali kita.
Bagaimana kita bekerja.
Bagaimana kita belajar.
Bagaimana kita membangun relasi.
Bagaimana kita merespons perubahan.
Dan bagaimana kita terus meningkatkan kualitas diri.
Jika ingin membangun karier yang cemerlang, berikut 5 prinsip yang menurut saya penting untuk terus dilatih.
1. FOCUS ON WHAT YOU CAN CONTROL
Fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan
Stephen R. Covey dalam The 7 Habits of Highly Effective People memperkenalkan konsep Circle of Concern dan Circle of Influence.
Circle of Concern berisi berbagai hal yang kita pikirkan atau khawatirkan, tetapi tidak semuanya bisa kita kendalikan.
Misalnya:
- kondisi ekonomi,
- kebijakan perusahaan,
- kemacetan,
- perubahan teknologi,
- keputusan atasan,
- perilaku orang lain.
Sementara Circle of Influence adalah hal-hal yang masih bisa kita pengaruhi atau kendalikan.
Misalnya:
- kualitas pekerjaan kita,
- kompetensi yang kita pelajari,
- cara kita berkomunikasi,
- cara kita menyelesaikan masalah,
- respons kita terhadap tekanan,
- kebiasaan kerja kita.
Masalahnya, banyak orang menghabiskan terlalu banyak energi pada Circle of Concern.
Macet sedikit, stres.
Atasan berubah, mengeluh.
Perusahaan melakukan perubahan, langsung pesimis.
Padahal energinya akan jauh lebih produktif jika diarahkan kepada pertanyaan:
“Dari situasi ini, apa yang masih bisa saya lakukan?”
Kita memang tidak bisa menghilangkan kemacetan. Tetapi kita bisa berangkat lebih awal.
Kita tidak bisa menentukan siapa atasan kita. Tetapi kita bisa memperbaiki cara berkomunikasi dengannya.
Kita tidak bisa menghentikan perkembangan AI. Tetapi kita bisa belajar bagaimana memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas.
Semakin besar energi yang kita berikan kepada hal-hal yang bisa kita kendalikan, semakin besar pula kapasitas kita untuk berkembang.
2. BE A TEAM PLAYER, NOT A SUPERMAN
Karier besar jarang dibangun sendirian
Menjadi kompeten itu penting.
Tetapi kemampuan bekerja bersama orang lain tidak kalah penting.
Di dunia kerja, kita membutuhkan atasan, bawahan, rekan kerja, pelanggan, vendor, mentor, komunitas, dan berbagai pihak lainnya.
Karena itu, jangan membangun karier dengan mentalitas:
“Semua harus saya kerjakan sendiri.”
Jadilah team player, bukan one man show.
Bangun network. Tetapi jangan membangun network hanya karena ingin mendapatkan sesuatu.
Prinsipnya sederhana:
Jangan hanya bertanya siapa yang bisa membantu kita. Tanyakan juga: kepada siapa kita bisa memberikan manfaat?
Seorang team player yang baik setidaknya melakukan beberapa hal berikut :
Take Initiative
Jangan selalu menunggu diperintah. Berikan ide, solusi, dan kontribusi kepada tim.
Energize Your Team
Bawa energi yang baik. Tidak berarti harus selalu ceria, tetapi jangan menjadi orang yang setiap hari hanya membawa keluhan.
Ask Questions
Berani bertanya, berdiskusi, dan mencari kejelasan. Pertanyaan yang baik sering kali membantu seluruh tim berpikir lebih baik.
Deliver Results
Kerja sama bukan sekadar akrab. Tim tetap membutuhkan hasil. Pahami target dan selesaikan tanggung jawab dengan baik.
Welcome Change
Dunia kerja berubah sangat cepat. Orang yang terlalu kaku terhadap perubahan akan semakin sulit berkembang.
Offer Help
Ketika memungkinkan, bantu anggota tim yang membutuhkan dukungan.
Build Relationships
Kenali orang-orang yang bekerja bersama kita. Komunikasi yang baik akan mempermudah kolaborasi.
Know Your Strengths and Weaknesses
Kenali kekuatan dan kelemahan diri. Tim yang baik bukan kumpulan orang yang bisa melakukan semuanya, tetapi kumpulan orang dengan kekuatan yang saling melengkapi.
Kompetensi membuat kita diperhitungkan.
Tetapi kemampuan berkolaborasi membuat kita dipercaya.
3. LEARN, LEARN, LEARN
Jangan pernah berhenti belajar
Salah satu risiko terbesar dalam perjalanan karier bukanlah tidak tahu.
Tetapi merasa sudah tahu.
Dunia kerja berubah semakin cepat.
Teknologi berkembang.
Regulasi berubah.
Cara perusahaan bekerja berubah.
Ekspektasi terhadap kompetensi juga berubah.
Skill yang membuat seseorang unggul lima tahun lalu belum tentu cukup untuk membuatnya unggul lima tahun ke depan.
Karena itu, jadikan belajar sebagai kebiasaan.
Tidak harus selalu melalui pendidikan formal.
Kita bisa belajar melalui:
- buku,
- pelatihan,
- sertifikasi,
- mentor,
- komunitas,
- pengalaman kerja,
- proyek baru,
- diskusi dengan praktisi lain,
- bahkan dari kesalahan yang pernah kita lakukan.
Namun ada satu catatan penting.
Jangan hanya mengumpulkan pengetahuan.
Belajar yang sesungguhnya terjadi ketika pengetahuan berubah menjadi kemampuan.
Bukan berapa banyak kelas yang pernah kita ikuti.
Bukan berapa banyak sertifikat yang kita miliki.
Pertanyaannya adalah:
Apa yang sekarang bisa kita lakukan lebih baik dibandingkan satu tahun yang lalu?
Itulah ukuran perkembangan yang jauh lebih penting.
4. LOVE WHAT YOU DO — AND DO IT WELL
Tidak harus selalu mencintai pekerjaan, tetapi belajarlah menemukan maknanya
Nasihat “love what you do” terdengar sederhana.
Realitanya, tidak semua orang bekerja pada pekerjaan impiannya.
Dan itu wajar.
Ada orang yang bekerja karena tanggung jawab keluarga. Ada yang sedang membangun pengalaman. Ada yang belum mendapatkan kesempatan yang lebih baik.
Karena itu, menurut saya prinsipnya bukan sekadar:
“Cintailah pekerjaan Anda.”
Tetapi:
Temukan sesuatu yang bisa dipelajari, dikembangkan, dan diberikan secara maksimal dari pekerjaan yang sedang Anda jalani.
Daripada menghabiskan energi hanya untuk mengeluh, tanyakan:
Apa yang bisa saya pelajari dari pekerjaan ini?
Skill apa yang bisa saya bangun?
Pengalaman apa yang bisa menjadi modal untuk langkah berikutnya?
Bagaimana saya bisa memberikan hasil yang lebih baik?
Bersyukur bukan berarti pasrah terhadap keadaan.
Kita tetap boleh memiliki ambisi.
Kita boleh mencari kesempatan yang lebih baik.
Kita boleh pindah pekerjaan.
Kita boleh membangun bisnis.
Tetapi selama masih berada di suatu pekerjaan, kerjakan dengan profesional.
Karena kualitas pekerjaan kita hari ini ikut membentuk reputasi dan kesempatan kita di masa depan.
5. STAY GROUNDED
Jangan hanya membangun karier, bangun juga kehidupan yang bermakna
Karier itu penting.
Penghasilan penting.
Jabatan juga bisa menjadi sesuatu yang patut disyukuri.
Tetapi jangan sampai seluruh ukuran keberhasilan hidup hanya ditentukan oleh jabatan, gaji, bisnis, atau pencapaian profesional.
Tetaplah membumi.
Jaga hubungan dengan keluarga.
Berikan manfaat kepada orang lain.
Berbagi ketika memiliki kemampuan.
Dan yang tidak kalah penting, jaga hubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Karena pada akhirnya, karier hanyalah salah satu bagian dari kehidupan.
Kita tentu ingin menjadi profesional yang kompeten.
Tetapi semoga kita juga menjadi manusia yang semakin baik ketika karier kita semakin tinggi.
Semakin tinggi posisi, semestinya semakin besar pula manfaat yang bisa kita berikan.
Jadi, Apa Kunci Membangun Karier yang Cemerlang?
Kalau dirangkum, ada lima prinsip:
1. FOCUS ON WHAT YOU CAN CONTROL
Fokuskan energi pada hal-hal yang masih bisa kita pengaruhi.
2. BE A TEAM PLAYER, NOT A SUPERMAN
Bangun relasi, berkolaborasi, dan jadilah orang yang memberikan manfaat kepada tim.
3. LEARN, LEARN, LEARN
Jangan berhenti meningkatkan kompetensi.
4. LOVE WHAT YOU DO — AND DO IT WELL
Temukan makna dari pekerjaan dan berikan kualitas terbaik selama menjalaninya.
5. STAY GROUNDED
Kejar karier, tetapi jangan kehilangan nilai, keluarga, kepedulian kepada sesama, dan hubungan dengan Tuhan.
Karier Cemerlang Tidak Dibangun dalam Semalam
Karier adalah perjalanan panjang.
Tidak ada satu seminar, satu buku, satu sertifikasi, atau satu motivasi yang tiba-tiba mengubah semuanya.
Yang menentukan justru kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali.
Belajar sedikit lebih banyak.
Bekerja sedikit lebih baik.
Membangun relasi yang sehat.
Berani mengambil tanggung jawab.
Mau menerima feedback.
Dan terus memperbaiki diri.
Tidak perlu terobsesi menjadi lebih hebat dari semua orang.
Cukup pastikan bahwa diri kita hari ini lebih baik dibandingkan diri kita kemarin.
Karena pada akhirnya:
Karier yang cemerlang bukan hanya tentang seberapa tinggi posisi yang berhasil kita capai, tetapi tentang seberapa besar kapasitas dan manfaat yang kita bangun sepanjang perjalanan.
Semangat belajar dan bertumbuh.
ManajemenSDM.net
Tempat Belajar Praktis Manajemen SDM untuk Praktisi HR Indonesia
thanks gan prinsip yang sangat menginspirasi ane buat jd juara
Semoga berhasil jadi juara gan
ditunggu postingan selanjutnya
Siap gan, ditunggu saja setiap selasa pagi
Bismillah, ngikutin cara yg begini 😀
Semoga sukses gan